Di Kampusku selain
terbagi dalam beberapa jurusan kami juga terbagi dalam beberapa kelas (kaya SMA
aja yah) dan untuk prodi teknik telekomunikasi hanya dua kelas A dan B. Aku
berada di kelas B yang berisi 28 kepala dan begitu banyak canda tawa kami
lakukan bersama *duka lara stress karena kuliah skip aja (⊃‿⊂) dan karena seringnya kami di kelas ngelawak dan tertawa maka kami
menamai diri kami Telecomedy (mahasiswa telekomunikasi yang suka berkomedi) ^o^
untuk cerita lengkap asal mula Telecomedy bisa kamu liat di sini
01 September 2012
Kampus Biru
Intro: Karena dari
kecil aku suka main ke rumah tetangga yang seorang pelukis jadi tiap kesana
pasti diajari menggambar meskipun kadang pas disuruh menggambar sesuatu malah
aku jiplak dan selalu ketahuan :p. Menggambarpun jadi hobiku dan sampai
sekarang aku tertarik dengan hal yang berbau sketsa entah itu sketsa komik atau
desain. Tak pernah terpikirkan aku akan jadi anak teknik dan terjebak di dunia
"per-engineering-an" yang memberi kesan macho (eh keren juga yah).
Aku kuliah D3 di
sebuah Politeknik Negeri (sekedar informasi aku tinggal di Bandung jadi bisa
ketebaklah ya aku kuliah dimana :P) aku ambil program studi (disingkat prodi)
teknik telekomunikasi dan satu-satunya alasan memilihnya karena terakreditasi
A. Awal kuliah pun aku sedikit syok ketika berkenalan dengan arus, daya dalam
rangkaian listrik, hukum faraday dan akupun yang udah mah pemalu begini seketika mengalami degradasi
kepercayaan diri Σ(゜ロ゜;) tidaaaaak!!!
Jika tidak mengingat
perjuangan orang tuaku yang menghalalkan segala cara *eh salah yang melakukan
berbagai usaha yang halal agar anaknya bisa sekolah tinggi-tinggi mungkin aku
sudah bermalas-malasan bolos kuliah atau mungkin dengan tidak tahu diri
merengek kepada orang tua untuk pindah ke sekolah desain yang biayanya
rata-rata selangit.
Orang tualah yang
jadi penyemangatku dan Alhamdulillah lingkungan kampusku sangat menyenangkan
dikelilingi teman-teman baik, kita semua saling membantu baik saat mengerjakan
tugas bahkan saat ujian *ops xixixi Ψ(`▽´)Ψ . Selain kuliah, aku juga disibukkan dengan kegiatan
kemahasiswaan yang diwadahi oleh organisasi yang disebut himpunan, Himpunan
Mahasiswa Teknik Telekomunikasi. Bukannya sok sibuk ._. tapi saat awal kuliah
mendapati aku yang masih polos lalu diajakin kakak kelas buat gabung, aku
ngikut aja bareng teman-teman polos yang lain. Kalau kata zaman sekarang mah aquh
naQ 4lay x eaa (ಠ~ಠ) anak layangan yang bisanya mengikuti arah angin membawanya.
Bergabung di himpunan biru
ini ternyata seru juga ya bisa kenal dengan keluarga besar mahasiswa
telekomunikasi memperluas jaringan meskipun saat ospek terasa menegangkan,
terjadi percekcokan dalam berkoordinasi.
31 August 2012
Wanita Pertama Yang Masuk Surga
Dan siapakah nama wanita itu? Dia
adalah Muti’ah.
Kaget? Sama seperti Siti Fatimah
ketika itu, yang mengira dirinyalah yang pertama kali masuk surga.
…
Siapakah Muti’ah? Karena rasa
penasaran yang tinggi, Siti Fatimah pun mencari seorang wanita yang bernama
Muti’ah ketika itu. Beliau juga ingin tahu, amal apakah yang bisa membuat
wanita itu bias masuk surge pertama kali? Setelah bertanya-tanya, akhirnya Siti
Fatimah mengetahui rumah seorang wanita yang bernama Muti’ah. Kali ini ia ingin
bersilahturahmi ke rumah wanita tersebut, ingin melihat lebih dekat
kehidupannya. Waktu itu Siti Fatimah berkunjung bersama dengan anaknya yang
masih kecil, Hasan. Setelah mengetuk pintu, terjadilah dialog.
“Di luar, siapa?” kata Muti’ah
tidak membukakan pintu.
“Saya Fatimah, putri Rasulullah.”
“Oh, iya. Ada keperluan apa?”
“Saya hanya berkunjung saja.”
“Anda seorang diri atau bersama
dengan lainnya?”
“Saya bersama dengan anak saya,
Hasan.”
“Maaf, Fatimah. Saya belum
mendapat izin dari suami saya untuk menerima tamu laki-laki.”
“Tetapi
Hasan masih anak-anak.”
“Walaupun anak-anak, dia lelaki
juga kan? Maaf ya. Kembalilah besok, saya akan meminta izin dulu kepada suami
saya.”
“Baiklah.” kata Fatimah dengan nada kecewa.
Setelah mengucapkan salam, ia pun pergi.
Keesokan harinya, Siti Fatimah
kembali berkunjung ke rumah Muti’ah. Selain mengajak Hasan, ternyata Husein
(saudara kembar Hasan) merengek meminta ikut juga. Akhirnya mereka bertiga pun
berkunjung juga ke rumah Muti’ah. Terjadilah dialog seperti hari kemarin.
“Suami saya sudah member izin
bagi Hasan.”
“Tetapi maaf, Muti’ ah. Husein
ternyata merengek meminta ikut. Jadi saya ajak juga!”
“Dia perempuan?”
“Bukan, dia lelaki.”
“Wah, saya belum memintakan izin
bagi Husein.”
“Tetapi
dia juga masih anak-anak.”
“Walaupun anak-anak, dia juga
lelaki. Maaf ya. Kembalilah besok!”
“Baiklah.” Kembali Siti Fatimah
kecewa.
Namun rasa penasarannya demikian
besar untuk mengetahui, rahasia apakah yang menyebabkan wanita yang akan
dikunjunginya tersebut diperkenankan masuk surga pertama kali. Akhirnya hari
esok pun tiba. Siti Fatimah dan kedua putranya kembali mengunjungi kediaman
Muti’ah. Karena semuanya telah diberi izin oleh suaminya, akhirnya mereka pun
diperkenankan berkunjung ke rumahnya. Betapa senangnya Siti Fatimah karena
inilah kesempatan bagi dirinya menguak misteri wanita tersebut.
Menurut Siti Fatimah, wanita yang
bernama Muti’ah sama juga seperti dirinya dan umumnya wanita. Ia melakukan
shalat dan lainnya. Hampir tidak ada yang istimewa. Namun, Siti Fatimah masih
penasaran juga. Hingga akhirnya ketika telah lama waktu berbincang, “rahasia”
wanita itu terkuak juga. Akhirnya, Muti’ah pun memberanikan diri untuk memohon
izin karena ada keperluan yang harus dilakukannya.
“Maaf Fatimah, saya harus ke ladang!”
“Ada keperluan apa?”
“Saya harus mengantarkan makanan
ini kepada suami saya”
“Oh, begitu”
Tidak ada yang salah dengan
makanan yang dibawa Muti’ah yang disebut-sebut sebagai makanan untuk suaminya.
Namun yang tidak habis pikir, ternyata Muti’ah juga membawa sebuah cambuk.
“Untuk apa cambuk ini, Muti”ah?”
kata Fatimah penasaran.
“Oh, ini. Ini adalah kebiasaanku
semenjak dulu.”
Fatimah benar-benar penasaran.
“Ceritakanlah padaku!”
“Begini, setiap hari suamiku
pergi ke ladang untuk bercocok tanam. Setiap hari pula aku mengantarkan makanan
untuknya. Namun disertai sebuah cambuk. Aku menanyakan apakah makanan yang aku
buat ini enak atau tidak, apakah suaminya senang atau tidak. Jika tidak ada
yang enak, maka aku ikhlaskan diriku agar suamiku mengambil cambuk tersebut
kemudian mencambukku. Ini aku lakukan agar suamiku ridlo dengan diriku. Dan
tentu saja melihat tingkah lakuku ini, suamiku begitu tersentuh hatinya. Ia pun
ridlo atas diriku. Dan aku pun ridlo atas dirinya.”
“Masya Allah, hanya demi
menyenangkan suami, engkau rela melakukan hal ini, Muti’ah?”
“Saya hanya memerlukan
keridloannya. Karena istri yang baik adalah istri yang patuh pada suami yang
baik dan sang suami ridlo kepada istrinya.”
“Ya… ternyata inilah rahasia
itu.”
“Rahasia apa ya Fatimah?” Muti’ah
juga penasaran.
“Rasulullah SAW mengatakan bahwa
dirimu adalah wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali. Ternyata
semua gara-gara baktimu yang tinggi kepada seorang suami yang sholeh.”
Subhanallah.
14 July 2012
Enakei In Veil
Kalian tau kan enakei, gambar-gambar lucu hasil karya Suran Park
![]() |
| sumber gambar
Mostly gambarnya tuh gambar cewek yang cute, gambar couple juga ada. Dari dulu hobi banget ngumpulin gambar-gambarnya emang gak lengkap banget, gak tau kenapa suka aja ngumpulin gambar lucu. Terus iseng deh aku edit gambarnya jadi berkerudung ala fashion hijaber gitu jadilah punya aku hobi baru mengedit gambar cewek jadi berkerudung :D (maaf Suran unnie gambarmu aku corat-coret *sok akrab).
|
Subscribe to:
Posts (Atom)
















