27 March 2016

Kado Spesial Untuk Suami ❤

Iya ini masih berhubungan dengan postingan sebelumnya tentang kebingungan aku memberi kado apa kepada suami. Sebagai pengantin baru ehm... ada sedikit harapan untuk bisa segera memberi buah hati untuknya, sampai aku berkhayal di hari ulang tahunnya itu aku memberikan kado berupa kotak kecil panjang berisikan test pack dengan dua garis merah terpampang nyata. Terbayang ekspresinya yang terkejut hingga kamipun berpelukan (/▽\*)。o○♡ *sensor*.

Namun aku tidak terlalu berharap khayalan itu menjadi kenyataan, pasalnya tanggal ulang tahunnya hampir bertepatan dengan tanggal datangnya sang bulan, ulang tahun Aa tanggal 12 dan bulan lalu aku datang bulan tanggal 13. Bisa saja aku iseng-iseng berhadiah beli test pack lalu dicek, tapi aku gak mau kegeeran ah udah dua bulan ini semenjak nikah tanggal haid selalu mundur sampai 2-3 hari. Dulu awal pertama bulan pernikahan sempat geer, "Wah udah 2 hari ini kok belum dapet yah... jangan-jangan..." eh tahunya besok datang si bulan (T▽T).

Sebenarnya Aa juga santai aja sih gak menggebu ingin langsung punya anak, akunya aja yang rempong. Aa selalu bilang, "niatkan untuk ibadah." ya memang benar hanya Allah yang Maha Tahu kapan waktu yang tepat bagi kami untuk mengemban amanah berupa anak. Kami hanya bersabar dalam taat, berikhtiar dan berdoa. Alhamdulillahnya Mamah dan Ibu juga tidak menuntut ingin segera diberi cucu, meskipun Mamah pernah cerita sudah pada bertanya, "Kapan punya cucu?". Hmm ternyata selain pertanyaan kapan nikah, kapan punya anak, ada pertanyaan seperti itu yang sama menyebalkannya (╯°Д°)╯┻━━┻.

19 March 2016

Cara Sederhana Membuat Cheesecake

Intro: Sudah dua tahun aku dan suami (dulunya masih pacar ─‿‿─) tidak pernah lagi merayakan dan memberikan kejutan kado saat hari ulang tahun kami masing-masing karena kami sepakat daripada uangnya dibelikan kado lebih baik uangnya ditabung untuk NIKAH (hemat! hemat! <('o'<)~ . Alhamdulillah penghematan kado ini cukup sedikit membantu dan setelah menikah karena tanggal 12 ini suami ulang tahun jadi ingin ngasih sesuatu, tapi eh tapi keuangan bulan ini masih belum stabil karena acara pindahan ke kontrakan (╥﹏╥). Akhirnya aku berencana membuat kue, ih ribet amat bikin mending beli aja yaa tapi kan kue ini akan kubuat dengan penuh rasa cinta (tsah... ceileh ʕ•ᴥ•ʔ).
Sebenarnya dulu juga pernah bikin cake di ulang tahunnya yg ke-23, yaitu brownies kukus instan dari Pondan jadi tinggal dimixer sama coklat tim lalu dikukus deh hehehe cemen ya (maaf bu masih belum bisa masak bikin brownies instan aja masih dibantu Mamah) tapi seenggaknya untuk hiasannya murni aku buat sendiri lho, tetap ada effortnya kan (membela diri).


Coklatnya mirip kan? (iya-in aja)
Dan kali ini mau bikin cake yang levelnya naik dikit bukan yang instan lagi. Aku mau bikin cheesecake (⊙.⊙(☉̃ₒ☉)⊙.⊙) (emang bisa sepertinya diragukan akan berhasil kan susah bikinnya).

12 January 2016

Prewedding ala Kadarnya

Sebelum menentukan tema prewed biasanya pasangan capeng (calon pengantin -red) akan memilah-milah vendor fotografi yang akan mereka pakai jasanya untuk dokumentasi pernikahan. Alhamdulillah untuk urusan foto memfoto ini aku percayakan pada sepupu yang pekerjaannya berkutat dengan dunia photography dan videography, memang bukan fotografer khusus pernikahan namun mengingat pengalamannya yang pernah ikut serta dalam pembuatan film "Ayat-Ayat Cinta" di bagian art director gak perlu diragukan lagi ya kemampuannya (promosi sepupu).

Nah masalahnya mau ada foto prewed gak? (nanya diri sendiri).

01 January 2016

Pertemuan Dua Keluarga

Karena acara lamarannya sudah dilakukan antara keluarga inti, maka sekarang saatnya rencana pernikahan kami diberitakan kepada keluarga besar. Alhamdulillah kedua belah pihak keluarga antusias, acara dilaksanakan tanggal 20 Juli 2015 masih bernuansa lebaran sehingga merupakan momen yang tepat untuk bersilaturahim. Acara sederhana ini dibuka dengan perkenalan masing-masing keluarga hingga ke acara simbolis pemberian cincin yang disematkan oleh Ibunya Aa kemudian ditutup dengan doa khususnya mendoakan Bapa Aa yang sudah menghadap Allah Subhanahu wa ta'ala terlebih dahulu, sesi doa ini memang cukup mengharukan.Alhamdulillah acara berjalan lancar.
Pose pamer tangan sudah terlalu mainstream (teteuup), masih nuansa lebaran jadi pose gini aja ;D

31 December 2015

Desain Undangan

Untuk urusan desain mendesain biarlah sang calon pengantin yang turun tangan, grafik desain adalah hal yang sama-sama kami senangi. Dengan begitu pengeluaran biaya undangan cukup biaya cetak saja (hemat kan hehe..). Biasanya tema warna undangan adalah nuansa warna yang akan dipakai saat pernikahan nanti. Warna yang kami pilih adalah hijau tentu saja (kesukaanku) antara hijau mint dan hijau melon yang dipadukan dengan gold, kurang lebih hampir sama dengan palet warna blog aku haha..

Pengerjaan desain undangan kami hampir setahun, selain terpentok dengan ide kami harus mengurus persiapan pernikahan yang lain dan di tengah pengerjaan desain undangan sendiri akupun kadang menerima request desain undangan dari teman-teman yang akan menikah juga. Lumayan upahnya bisa buat nambah tabungan nikah.

Desain utama dari undangan kami adalah kufi kaligrafi dari nama kami, Dian Faishal hingga terbentuklah seperti ini
ديان فيصل
Ini adalah desain undangan versi digital yang kami sebar lewat social media, kalau kalian perhatikan (dengan mata batin kalau bisa) frame yang mengelilingi undangan merupakan kumpulan kufi kaligrafi yang terpotong.


Banyak yang komentar dengan siluetnya terutama siluetku katanya gak mirip ya gimana wajahku pasaran tidak ada ciri khasnya tidak seperti wajah Aa (¬_¬). Ada juga yang bilang wajahku seperti yang cemberut, faktanya memang aku sedang bete karena Aa hampir lupa kami akan mengambil foto samping untuk pembuatan siluet.

Untuk teman dekat, aku membuat desain yang berbeda ala ala postcard.


Politeknik Negeri Bandung adalah tempat pertama kali kami bertemu, jurusan telekomunikasi di Gedung A diantara kerumunan mahasiswa yang bernama telecomedy hehe (o^▽^o).

Peta menuju lokasi gedung pernikahan pun kami buat sendiri (saking prefeksionisnya). Pertama Aa membuat kerangkanya di Microsoft Excel lalu diperhalus di Corel Draw, kemudian aku percantik di Photoshop.



30 December 2015

Pencarian MUA (Make Up Artist)

Riasan Pengantin merupakan poin krusial bagi para bride-to-be, bagaimana tidak tentunya kami para wanita ingin terlihat cantik paripurna, berbeda dari biasanya atau biasa disebut 'manglingi' di hari istimewanya sebagai Ratu Sehari. Saat ini banyak sekali jasa MUA di Bandung yang bagus dan biar gak bingung milih selain harga yang jadi acuan utama ada beberapa faktor dari MUA yang aku inginkan:
- Ingin riasan yang tidak terlalu menor.
- Make up yang tahan lama, karena wajahku yang gampang berminyak.
- Dapat mensiasati alis aku tanpa dicukur.

Hmm... sepertinya hanya itu karena pada akhirnya keputusan terakhir harus disetujui Aa dan ibu-ibu yang pasti rempong juga kalau soal hal ini. Berikut sekelumit cerita pencarian MUA yang aku suka.


Raden Annisa Brides
Sepertinya kepiawaiannya dalam memulas wajah sang pengantin sudah gak diragukan lagi. Make up yang identik dengan nuansa pastel ♡. Banyak teman kuliah yang memakai jasanya sehingga aku bisa melihat langsung hasil make up-nya, sang pengantin tidak terkesan memakai topeng justru kulit aslinya terpancar dengan apik mau itu warna kuning langsat atau sawo matang. Karena terkadang masih ada tukang rias yang mempunyai mind set cantik itu putih, alhasil sang pengantin didempul putih tebal sehingga tampak memakai topeng.

Setelah aku menanyakan price listnya lewat email langsung deh aku perlihatkan kepada Aa..........hmmh...responnya dingin pemirsa (T▽T) dia hanya melihat sekilas tanpa memberikan sepatah dua kata. OK berarti tidak masuk hitungan budget.

Lia Sanggar Rias
Karena gedung pernikahan kami bertempat di daerah Antapani, Bandung Timur jadilah aku mencari MUA daerah Antapani agar jika saat hari H nanti ada barang yang tertinggal tidak memakan waktu lama untuk mengambilnya. Tak perlu mencari berselancar lewat internet pun saat aku survey ke gedung di sepanjang jalan di Antapani banyak berjejer galeri atau sanggar rias pengantin. Tapi aku kesengsem dengan MUA ini, riasannya natural namun tetap cantik, apalagi saat baca beberapa blog orang yang memakai jasanya sang perias bisa make up tanpa cukur alis. Akupun semakin mantap untuk memilih.

Seperti biasa berkirim email untuk tahu harganya, sesudah baca price list ( ̄_ ̄)・・・ ternyata lebih mahal dari Raden Annisa. Hmmh.... gak perlu tanya Aa ini mah.

Deasy Make Up
Jadi saat iseng buka timeline Facebook ada postingan foto pernikahan kakak kelas jaman kuliah, kebetulan di-tag juga siapa tukang riasnya dan langsung aku klik link akunnya. Aku lihat-lihat riasannya bagus dan aku tertarik pada salah satu postingan hasil make upnya yang tanpa cukur alis dengan riasan jilbab syar'i. Namun ada satu hal yang menarik perhatian aku, kok di kolom mutual friend-nya ada nama Aa yaaa... w(゚o゚)w. Setelah aku stalking lebih jauh ternyata mereka satu SMP wah berarti tukang riasnya seumuran denganku tapi soal kemampuan riasnya jangan diragukan ya apalagi Deasy merupakan adik dari Teh Yuyun dan Teh Leyla, tukang rias yang tersohor di Bandung dari dulu.

Saat aku tanya Aa, dia gak kenal karena gak pernah sekelas dan dengan pedenya Aa bilang kalau dulu dia terkenal di SMP jadi semua anak kenal dia meskipun Aa gak kenal (←_←).Ya sudah kuminta saja Aa yang menghubungi Deasy. Tak disangka harganya harga teman cocok dengan budget kami dan setelah aku perlihatkan hasil make upnya pada Ibu dan Mamah, mereka suka dan takjub karena masih belum percaya tukang riasnya masih muda. Oke Aa dan ibu-ibu sudah menyetujui tanpa pikir panjang lagi langsung aku booking. Nah apakah Deasy bisa mensiasati alisku tanpa dicukur silahkan dilihat postingan selanjutnya ^^.

28 December 2015

Hambatan dan Kemudahan Menuju Menikah


Kami ingin menikah, tapi aku harus menunggu ya... kuputuskan untuk menunggu karena aku maunya sama kamu *gombal mode on(づ ̄ ³ ̄)づ

Selama menunggu aku berusaha fokus lagi dengan tujuanku yang lain, yaitu orang tuaku. Aku mempunyai keinginan melihat kedua orang tuaku hidup dengan tentram dan nyaman sebelum nantinya aku dibawa suami. Setelah bekerja, aku selalu menyisihkan sebagian penghasilanku untuk ditabung agar bisa membeli rumah bagi orang tuaku, agar mereka memiliki tempat tinggal untuk menetap tanpa harus pindah-pindah kontrakan lagi.

Hingga akhirnya, alhamdulillah tabunganku cukup untuk membayar uang muka rumah dengan KPR bersubsidi. Dari mulai pencarian info harga rumah, uang muka, cicilan dengan harga yang cocok sampai survey ke tempat dan hampir melakukan akad. Namun selalu berujung ketidakcocokan Bapa dengan kondisi daerah rumah tersebut. Setelah ditelusuri ternyata alasan sebenarnya Bapa tidak tega jika anak perempuannya harus menanggung cicilan seberat itu karena tempat tinggal masih jadi tanggung jawab beliau. Padahal Bapa sudah sakit-sakitan akibat diabetes yang dideritanya, anakmu ini hanya ingin masa tuamu dilalui dengan tenang tanpa beban pikiran. Meskipun hal ini takkan mampu membalas jasa-jasa kalian (。•́︿•̀。).

Di tengah kondisi seperti itu, Aa (panggilan si dia) membahas lagi tentang pernikahan, tentang adiknya yang sudah lulus dan langsung mendapat pekerjaan, tentang ibunya yang menyuruhnya segera menikahiku. Kepastian yang kutunggu akhirnya tiba tapi tidak langsung kusambut bahagia, padahal dulu aku yang menggebu mengajaknya menikah.

27 December 2015

The Way He Proposed

....Diapun bertekuk lutut dihadapanmu membawa cincin seraya berkata, "Maukah kau menikah denganku?"
Kyaaaa.....~ (≧▽≦)/ *geli geli merinding*. Apakah seperti itu impian para wanita saat dilamar kekasihnya? Hmm mungkin secara umum memang begitu soalnya kan kaya di pelem-pelem romantis gitcuuu.

Kalau aku karena udah lama pacaran (secara udah 6 tahun gellak ლ(ಠ_ಠ ლ)  jangan ditiru guys) gak pernah lagi deh berkhayal tentang hal itu yang penting ada kepastian, yaa.. meskipun dulu kalau denger lagu "Be my wife"-nya Tangga jadi berkhayal yang romantis-romantis (≧▽≦)
♫•*¨* "Share your life and be my wife... ❤"•.¸¸♪
Hingga akhirnya hari kepastian itupun tiba, eh bentar mau cerita asal mulanya dulu deh *duh labil. Jadi semua berawal dari percakapan santai (santai tapi serius) di whatsapp yang intinya:

A: "Tahun depan kita nikah yuk!"
B: "Hayu...hayu...!"

Jangan ditanya siapa yang jadi si A dan si B karena aku lupa. Percakapan yang terkesan main-main ya. Tapi setelah itu kita langsung cari info tentang pernikahan, apa yang perlu dipersiapkan, biayanya yang pasti dan semua rencana ini tentunya harus dengan restu orang tua.

27 Desember 2014
Dia datang sendiri ke rumah untuk bertemu aku seperti biasa orang tuaku, berbicara dengan Bapaku dan mengutarakan niatnya untuk menikah denganku. Saat itu dia hanya bermodalkan keberanian dan niat yang kuat bahkan tabungan nikah belum ada. Namun, dia tidak pernah bilang, "ayo rajin menabung buat pernikahan kita." Yang dia katakan, "ayo perbanyak lagi sedekah kita, agar niat kita dilancarkan Allah." Dan ya saat itu pula aku semakin yakin untuk menerima lamarannya. Meskipun kami tahu hubungan ini dimulai dengan cara yang salah, insya Allah tidak ada kata terlambat untuk berubah dan hijrah. :)

Yaa...begitulah caranya melamarku.
couldn't ask for more..

26 December 2015

Menikah (Prolog)


Menikah.... biasanya dari kecil para anak perempuan sudah membayangkan pernikahan impiannya, karena di hari yang katanya spesial itu mereka akan memakai gaun bak puteri raja. Sedangkan aku kecil berpikir ah nikah gimana nanti aja mau jadi wanita karir aja. Dulu aku berpikir jadi wanita karir yang kerja kantoran itu keren, haha dasar bocah. Ada sedikit cerita, saat itu sepupuku Teh Wulan menikah di rumah. Semua saudara jadi berkumpul di rumah Ua, ketika ijab kabul akan diucapkan semua heboh ingin melihat sampai sepupuku Mila yang umurnya satu tahun lebih muda dariku begitu semangat ingin melihat. Sungguh saat itu Dian kecil kebingungan, "emang apa serunya acara ijab kabul sih?" karena yang hanya terlintas di pikirannya bahwa ada acara kawinan keluarga itu bisa makan banyak dan bisa kumpul dengan saudara hoho.. (^o^")>. Hingga akhirnya sepupuku Mila itu menikah lebih dulu dariku.

Memang bukan masalah besar toh hanya beda setahun dengannya, lagipula usia bukan alasan utama kita menikah melainkan kesiapan kita. Sudah terlihat dari kecil Mila antusias sekali dengan pernikahan menyaksikan sakralnya ijab kabul makanya dia duluan yang nikah :D

Sepertinya diriku memang telat puber,

11 May 2015

Wedding - Picnic at Selabintana

Salah satu teman kuliahku Nina akhirnya menikah Alhamdulillah ❤(ˆ‿ˆԅ), karena dia dan suaminya Kang Fuad, yang juga kakak kelas kami adalah orang Sukabumi maka acaranya diselenggarakan disana. Seperti biasa jika ada teman kuliah yang menikah di daerahnya yang berarti di luar Bandung, kami selalu menyewa mobil untuk pergi bersama-sama dan rencananya ada rombongan dari Bandung dan Jakarta. Karena lokasiku di Jakarta kemungkinan aku ikut rombongan Jakarta. Namun aku tergoda dengan rencana Teh Tiara partner kerjaku yang juga merupakan teman sekelas sang pengantin pria untuk pergi menggunakan kereta. Hmm boleh juga (─‿‿─) selain gak terkena macet ternyata setelah di-tang-ting-tung ongkosnya lebih murah (ini penting banget) harga tiketnya untuk yang kelas ekonomi hanya sekitar Rp 20.000 sekali perjalanan yeay ♪┏(・o・)┛♪┗ ( ・o・) ┓♪ .


Stasiun menuju Sukabumi yaitu Stasiun Paledang terletak di seberang Stasiun Bogor, jadi untuk kesana kami harus memakai KRL tujuan Bogor. Kami memesan tiket untuk keberangkatan pukul 08:00 pagi dan itu berarti aku harus dandan dari shubuh :o.

Oh iya dari judulnya apakah kalian berpikir kalau acara pernikahannya bertema piknik?

23 February 2015

Table Manner-nya Orang Islam

Source: https://unsplash.com with graphic added by me
Mengucapkan Bismillah Sebelum Makan
"Apabila salah seorang diantara kalian hendak makan, maka ucapkanlah: 'Bismillah.' Dan jika ia lupa mengucapkan Bismillah di awal makan, maka hendaklah ia mengucapkan 'Bismillahi Awwalahu wa Aakhirahu (dengan menyebut nama Allah di awal dan akhirnya).'"
(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Makan dan Minum dengan Tangan Kanan
"Jika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan tangan kanannya dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya."
(HR. Muslim)

Menggunakan Tiga Jari Tangan Kanan untuk Makan
"Sungguh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam makan dengan menggunakan tiga jari."
(HR. Muslim dan Abu Dawud)

Larangan Bernafas dan Meniup Air Minum
Dari Abu Qatadah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jika kalian minum maka janganlah mengambil nafas dalam wadah air minumnya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Ibnu Abbas, "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang untuk mengambil nafas atau meniup wadah air minum."
(HR. Tirmidzi dan Abu Dawud)

Mengambil Makanan yang Letaknya Terdekat dan Mulai Dari Bagian Pinggir
"Keberkahan itu turun di tengah-tengah makanan, maka makanlah dari pinggir piring dan janganlah memulai dari bagian tengahnya."
(HR. Muslim dan Abu Dawud)

Memakan Makanan yang Terjatuh Setelah Dibersihkan Bagian Kotornya
"Apabila ada sesuap makanan dari salah seorang diantara kalian terjatuh, maka hendaklah dia membersihkan bagiannya yang kotor, kemudian memakannya dan jangan meninggalkannya untuk syaitan."
(HR. Muslim dan Abu Dawud)

Mendahulukan Orang yang Lebih Tua Umurnya atau yang Lebih Memiliki Derajat Keutamaan Ketika Makan dan Minum Dalam Suatu Jamuan

Tidak Melakukan Sesuatu yang Dalam Pandangan Manusia Dianggap Menjijikan
Membersihkan tangan dalam piring dan tidak pula menundukkan kepalanya hingga dekat dengan piring.

Berhenti Makan Sebelum Kenyang Agar Tidak Melampaui Batas
"Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk bernafasnya."
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Menjilati Jari Jemari Setelah Makan
"Apabila salah seorang diantara kalian telah selesai makan maka janganlah ia mengusap tangannya hingga ia menjilatinya atau minta dijilati (oleh istrinya, anaknya)."
(HR. Bukhari Muslim)

Mengakhiri Makan dan Minum dengan Memuji Allah
"Barangsiapa telah selesai makan hendaknya dia berdoa: 'Alhamdulillaahilladzi ath'amani hadza wa razaqqaniihi min ghairi haulin minni walaa quwwatin.' Niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu."
(HR. Dawud)

  

30 June 2014

Kaos Kaki


Seperti biasa setiap bulan Ramadhan, Masjid di bawah selalu penuh oleh jama'ah ketika menjelang waktu shalat terlebih shalat Dzuhur karena setelahnya dilanjut dengan acara kajian. Setelah shalat berjamaah di depanku tampak seorang wanita yang shalat tidak memakai mukena tapi langsung dengan pakaian yang dikenakannya. Hal itu sangatlah wajar, karena salah satu syarat sah shalat adalah menutup aurat bukan harus bermukena dan pakaian yang dikenakan wanita tersebut telah memenuhi syarat lengkap dengan kaos kakinya. Aku perhatikan sambil bertanya-tanya, "Mengapa setelah shalat kaos kakinya malah dilepas? Bukannya harus tetap dipakai untuk menutup aurat kakinya?" ternyata oh ternyata dia sedang mengganti kaos kakinya karena yang tadi dia pakai khusus untuk shalat agar terjaga kebersihannya. Masya Allah sampai seperti itu usahanya untuk berhati-hati, memisahkan kaos kaki untuk shalat dan untuk bepergian. Merupakan pelajaran berharga bagiku yang masih malas menggunakan kaos kaki.

21 June 2014

Design Countdown Ramadhan 1435 H

Assalammualaikum :)
Seperti yang pernah aku ceritakan sebelumnya di kantor tempat aku bekerja sekarang, aku bergabung di Majelis Taklimnya sebagai team desain alhamdulillah ya hobi corat-coretku sekarang disalurkan di jalan yang benar *kibas kerudung*. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang banjir orderan (semoga banjir pahala juga, aamiin) bagi para team desain, membuat Jadwal Kajian Ramadhan, Jadwal Imsakiyah de el el.

Aku kebagian tugas membuat desain countdown mulai dari H-10 menuju Ramadhan sebagai pengingat bagi para karyawan muslim di kantor bahwa Ramadhan akan segera tiba :D. Setiap harinya desain countdown ini mempunyai tema yang berbeda dengan konten utama informasi H-berapanya dan dalil shahih yang sesuai dengan tema, agar terlihat menarik dan eye catching background desain memakai poster film Hollywood yang membuat mata ini berputar <(@.@)> mencari poster yang cocok. Berikut beberapa desainnya:

10 September 2013

Pink Chocolate

Love this outfit <3

Dusty Pink Shawl: Nazla Hijab
Oldie Sweater: Corniche (sweater mama waktu masih gadis *langsing)
Brown Maxi Skirt: Elips (langsung beli pas liat lagi diskon 50% xD)
Oxford Shoe: Bwithshoes

10 August 2013

Mas Yodi & Mba Nia's Wedding

Another Wedding Event..  Kali ini yang menikah adalah teman satu tim di kantor namanya mas Asyudi tapi di kartu undangannya tertulis Yodi, kami pikir orang lain yang menikah ternyata itu memang panggilannya mas Asyudi di rumahnya hooo. (⊙o⊙)
Oh iya, aku sedikit ikut andil loh dalam acara mereka ≧◡≦. Jadi mas Asyudi minta tolong aku editin foto mereka buat dipajang di gedung acara resepsinya nanti. Foto-fotonya hanya foto santai mereka berdua waktu Mas'nya nengok Mba'nya yang ditugasin praktek di suatu daerah (apa ya namanya lupa) di Pulau Komodo.
Ini Komodonya
Dan ini beberapa foto editan aku yang dibantu banyak sama pacar ᵔᴥᵔ, soalnya kita sama-sama suka design (*info gak penting :p). Design ala kadarnya dari duo amatiran.

Tak lupa foto-foto narsis pas dikondangannya xD
Senangnya dipajang juga :3
Jaaa...(*bunyi jepret foto)..ngan dulu difoto (-_-")

26 July 2013

Random Quote

"A girl should be two things
Fabulous and Classy" -Coco Chanel-

18 July 2013

Kantor Merah

Intro: Sebenarnya ini bukan kantor pertama kalinya aku bekerja dan bukannya gak mau cerita tentang kantorku yang terdahulu tapi hal ini dikarenakan aku lupa membuat dokumentasi tentang kantor pertamaku (●﹏●) jadi rasanya ada yang kurang kalau nulis blog cerita ngalor ngidul tanpa adanya gambar atau foto. Hmm... baiklah kalau kalian ingin tahu dan memaksa aku bercerita tentang job dan kantor pertamaku (haduuh Dian pede banget sih ngomong sendiri pula * abaikan). Sedikit cerita, setelah lulus kuliah dan wisuda di tahun 2011 Alhamdulillah di akhir tahun aku dapat pekerjaan di salah satu sub-contractor Telekomunikasi dan masih di daerah Bandung. Setelah hampir 5 bulan bekerja, aku memutuskan resign karena udah gak kuat dengan pola waktu kerja yang shifting selama 12 jam (◜╭╮◝) .

Kemudian aku mencoba peruntungan merantau ke Ibu Kota dan Alhamdulillah aku sekarang bekerja di Perusahaan dengan Kipas Merah sebagai simbolnya. Alhamdulillah alhamdulillah aku berada di tim yang solid, dikelilingi orang-orang yang baik, manager yang gokil dan super ٩(^‿^)۶



Oleh partner kerja sekaligus kakak kelasku Teh Tiara, aku diajak ikut bergabung di Majelis Taklimnya kantor. Jadi setiap hari Selasa dan Kamis selepas shalat Dzuhur itu Majelis Taklim kantor selalu mengadakan Kajian dan tugasku ikut membantu tim desain untuk membuat pengumuman kepada karyawan (kami menyebutnya woro-woro) tentang tema kajian dan ustadz pengisi acaranya. Alhamdulillah disini karyawannya tidak hanya fokus bekerja mengejar dunia tapi juga mencari ilmu tentang akhirat :)

*PS: FYI, hari ini genap setahun aku bekerja di kantor merah ini.